Indonesia Joomla Topsite
Optimized with RankingToday.com
Create your own sites with a low cost
Travel (Holidays) - TOP.ORG

PABALIUT

PDF
Tag it:
Delicious
Digg
Spurl
Technorati
NewsVine
Oleh Aendra Medita

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it (direktur news, Visitbandung.net!)

Kenangan saya tentang kata pabliut dalam arti yang sebenarnya menurut Kamus Sunda-Indonesia yang disusun Budi Rahayu Tamsyah,dkk, (Pusaka Setia,1996), adalah kacau balau, simpang siur, semrawut. Pun demikina ini saya perumpakan pada keadaan Bandung dalam titik-titik tertentu, terutama pada akhir minggu memang keadaan Bandung pabaliut. Pabaliut di jalanan, angkutan kota yang seenaknya mangkal, dan menurunkan penumpang, jalanan yang padat, parkiran di sekitar FO yang asal parkir, yang malah bikin semakin macet lalu-lintas.
    
Dalam ceritanya Almarhum Haryoto Kunto, kuncen Bandung cerita pada saya pada tahun 1998, saat itu saya meminta dia untuk memberikan sambutan atas pembuat peta urban yang di buat Kartografi asal Perancis, Marc Le Moulecc, dulu Bandung sebenarnya hanya di huni untuk 500 ribu orang saja, ini berdasar pada keadaan udara yang sejuk untuk tetap terjaga, dan kenyamanan. Maka jalan-jalan pun hanya nama-nama tertentu saja, misalnya nama Pahlawan, Pulau, Burung, sayuran, dan buah-buahan.
”Namun, karena pertumbuhan semakin tinggi maka sejumlah wilayah mengalami pemekaran, maka toponomi pun berubah,” kata kuncen Bandung waktu itu dirumahnya Jl H. Mesri Kebon Kawung Bandung.

Maka sangat layak jika saat ini Bandung itu dikatakan sebagai kota Pabaliut, karena memang beginilah adanya. Tapi dalam sebuah seminar di Festival Sunan Ambu 2006,  beberapa waktu lalu, kepala Dinas tata kota Bandung Juniarso Ridwan yang juga seorang penyair, mengatakan bahwa Bandung akan berorientasi pada Jakarta, dan menetapkan wilayah khusus untuk sejumlah titik. Seperti Kemang, atau lainnya, misalnya Jl. Riau adalah khusus galeri dan FO, serta wilayah lainnya yang dibuat sentra-sentra.

Nah, mungkin saja ini bisa tidak pabaliut lagi, asal semuanya di jamin dan dana di alokasikan dijalur yang semestinya, jangan di pabaliut-kan dengan yang tidak jelas atau menjadi untuk kepentingan sendiri. Karena kalau terjadi lagi maka Bandung akan mendapat predikat tambahan kedua setelah award kota sampah, dan julukan itu adalah julukan Baru Kota Pabliut alis semrawut, kacau balau. Semoga pabaliut hanya ada dalam  cerita benang kusut saja, bukan pada kota yang kita cintai ini. Hidup Bandung.***
< Prev