Studi Klub Teater Bandung, Pentaskan Inspektur Jendral
Oleh Hermana HMT
Studiklub Teater Bandung (STB) merupakan kelompok teater modern tertua di Indonesia, berdiri tanggal 30 Oktober 1959. Kiprangnya selama 49 tahun ini telah melahirkan aktor-aktor dan sutradara besar di Indonesia maupun di dunia. Puluhan ceritra drama baik bauh karya penulis-penulis Indonesia maupun penulis-penulis dunia telah diangkat ke atas panggung lewat tangan sutradara legendaris, seperti Suyatna Anirun (alm).
Studiklub Teater Bandung (STB) merupakan kelompok teater modern tertua di Indonesia, berdiri tanggal 30 Oktober 1959. Kiprangnya selama 49 tahun ini telah melahirkan aktor-aktor dan sutradara besar di Indonesia maupun di dunia. Puluhan ceritra drama baik bauh karya penulis-penulis Indonesia maupun penulis-penulis dunia telah diangkat ke atas panggung lewat tangan sutradara legendaris, seperti Suyatna Anirun (alm).
Sebagai sebuah kelompok studi yang hampir setiap tahunnya melakukan Acting Course ini, para penggiatnya senantiasa datang dan pergi. Memanusiakan manusia di atas pentas adalah cita-cita besar yang diusungnya dan menjadi trade mark Suyatna Anirun (Alm), sebagai pilar utama STB.
Tanggal 4-5 Mei 2007, pukul 16.00 WIB di Universitas Maranata Bandung dan 11-12 Mei 2007, pukul 20.00 WIB di GK. Rumentangsiang Jl. Baranangsiang No.1 Bandung, mempersembahkan kembali sebuah pertunjukan teater karya penulis besar Rusia, Nikolai Gogol berjudul "Inspektur Jendral". Karya yang diadaptasi bebas oleh arahan sutradara IGN Arya Sanjaya ini didukung oleh aktor, Yusep Muldiana, Ayi Kurnia, Dedi Warsana, Dedi Koral, Kemal, Dian Lidya, Ria E. Mifelasa, Uchan, dan lainnya, dengan penata musik oleh Tohari dan penata artistik oleh Diyanto.
Kisah yang sarat dengan kelucuan ini adalah kehebohan yang melanda sebuah kewedanaan saat dikabarkan akan datang seorang Inspektur Jendral utusan Gubernemen dari Batavia. Lantas keserakahan, kelicikan dan kecurangan yang selama ini ditutup-tutupi muncul kepermukaan, serta meperlihatkan wajah aslinya. Saling tuding dan membuka kedok keburukan di antara para pejabat mewarnai ketegangan yang muncul, akibat dari tekanan, intimidasi, dan ketakutan yang digulirkan oleh para peminpin berokrasi. Bagaimanapun mereka menutupi tapi akhirnya segala kebrokbrokan itu terbongkar juga. Lewat penulis besar, Nikolai Gogol ini bangsa Indonesia seakan dihadapkan pada sebuah cermin. Walau tidak sama persis atau analogis, esensi yang terselip dibalik peristiwa-peristiwa yang ada, nyatanya memiliki benang merah dengan lakon yang di usuk STB kali ini.
Tanggal 4-5 Mei 2007, pukul 16.00 WIB di Universitas Maranata Bandung dan 11-12 Mei 2007, pukul 20.00 WIB di GK. Rumentangsiang Jl. Baranangsiang No.1 Bandung, mempersembahkan kembali sebuah pertunjukan teater karya penulis besar Rusia, Nikolai Gogol berjudul "Inspektur Jendral". Karya yang diadaptasi bebas oleh arahan sutradara IGN Arya Sanjaya ini didukung oleh aktor, Yusep Muldiana, Ayi Kurnia, Dedi Warsana, Dedi Koral, Kemal, Dian Lidya, Ria E. Mifelasa, Uchan, dan lainnya, dengan penata musik oleh Tohari dan penata artistik oleh Diyanto.
Kisah yang sarat dengan kelucuan ini adalah kehebohan yang melanda sebuah kewedanaan saat dikabarkan akan datang seorang Inspektur Jendral utusan Gubernemen dari Batavia. Lantas keserakahan, kelicikan dan kecurangan yang selama ini ditutup-tutupi muncul kepermukaan, serta meperlihatkan wajah aslinya. Saling tuding dan membuka kedok keburukan di antara para pejabat mewarnai ketegangan yang muncul, akibat dari tekanan, intimidasi, dan ketakutan yang digulirkan oleh para peminpin berokrasi. Bagaimanapun mereka menutupi tapi akhirnya segala kebrokbrokan itu terbongkar juga. Lewat penulis besar, Nikolai Gogol ini bangsa Indonesia seakan dihadapkan pada sebuah cermin. Walau tidak sama persis atau analogis, esensi yang terselip dibalik peristiwa-peristiwa yang ada, nyatanya memiliki benang merah dengan lakon yang di usuk STB kali ini.
| < Prev | Next > |
|---|
