Travel (Holidays) - TOP.ORG

Indonesia Joomla Topsite

feedburner bandung Subscribe in a reader

Optimized with RankingToday.com
Create your own sites with a low cost

197 Tahun Kota Bandung

PDF
Tag it:
Delicious
Digg
Spurl
Technorati
NewsVine

197 Tahun Kota Bandung

Mencari Identitas Bandung yang LUPA

Oleh Aendra Medita*)

 

Hayu Ka Bandung! (Ayo ke Bandung!)

Ungkapan ini adalah kata yang pas bagi kota Bandung saat ini. Dimana ajakan ini sebenarnya bukan sekadar wacana, tanpa promo besar sebenarnya Bandung telah menjadi daya tarik tersendiri luas bagi sejumlah orang Jakarta bahkan di seluruh Indonesia dan dunia, untuk berduyun-duyun datang ke Bandung di setiap akhir pekan-nya.

Hayu Ka Bandung! Mungkin juga lebih tepat lagi jika dijadikan kado bagi kota Bandung yang berulang ke 197 pada 25 September 2007.  Bagi sebuah kota usia 197 tahun (1810-2007), adalah usia yang sarat sejarah panjang. Kota Bandung  sendiri adalah pemindahan dari wilayah kawasan Dayeuhkolot ke wilayah kota Bandung tepatnya alun-alun Bandung oleh Bupati Bandung Wiranatakusumah II pada tahun 1810. Dan secara admistrasi bahwa tanggal 25 September tahun 1810 itulah Bandung yang sebanranya lahir.  

Sejarah Bandung Purba

Memang dalam catatan sejarah jika kita bayangkan Bandung sendiri sebenarnya kota yang dikelilingi sejumlah gunung. Kota Bandung adalah cekungan dari Bandung Purba, dalam buku Geowisata sejarah Bumi Bandung, 2006 disebutkan jika kita bayangkan duduk di pendopo Bandung, kini tempat kediamanan dinas Walikota Bandung yang indah saat ini, atau ketika bertepakur dan berzikir dilantai marmer Masjid Raya Jawa Barat pada 20 ribu tahun lampau, sebenarnya kita sedang duduk didasar danau pada kedalaman 10-15 meter. Inu sangat mustahil memang tapi ya itulah dulu Bandung adalah cekungan dari danau yang menghampar luas dengan dikeliling sejumlah gunung ada Guntur, Papadayan, Syawal, Ciremai, Galungung, Guntur, Cikurai dll. Atau jika kita renungkan pula  saat kita memandang sungai Citarum, yang kini setiap musim hujannya selalu banjir di kawasan Dayeuhkolot, pada 20 ribu tahun lampau itu kita sedang menyelam di dasar danau dengan kedalaman 50-65 m dari permukaan air danau. Dan yang menarik lagi dalam buku yang disusun Kelompok Periset Cekungan Bandung, ini disebutkan jika kita berada di kamar 7 Gua Pawon (yang syahdan adalah dapurnya sangkuriang) memandang lebah Cibukur Padalarang 20-50ribu tahun lalu katanya kita ditemani manusia-manusia prasejarah yang berkeruman memandang binatang buruan di lembah Cibukur.

Untuk kawasan ini sebenarnya kini menjadi kawasan yang memang sangat penting jika bicara sejarah, karena pada tahun 1999 Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) telah menemukan kunci membuka rahasia besar tentang karuhun Bandung, di salah satu  Gua Pawon. ”Bagaikan sebuah lubang kunci yang bahkan para peneliti Belanda pun tidak bisa menemukan anak kuncinya, terbuka sedikit demi sedikit  dengan tergalinya artefak-artefak batu dan tulang”. Rahasia besar ini yang ditemukan KRCB pada tahun 2003 dievakuasi dan mengungkap kerangka leluhur Bandung yang terkubur terlengkup. Dan dipastikan Gua Pawon ini adalah situs manusia sejarah pertama dan satu-satunya hingga saat ini di Jawa Barat dan Banten. Untuk penemuan fosil Manusia Pawon ini sejak tahun 2003, replikanya ada di Gua Pawon kawasan Padalarang, sedang manusia Pawon purba aslinya disimpan di Balai arkeologi Bandung. Menurut Eko, salah satu penduduk Padalarang. ” Kami tidak tahu apa yang asli itu masih diteliti atau dimana disimpannya, yang jelas sampai kini yang ada di Gua Pawon hanya replikanya,” kata Eko yang aktif di Snapling, sebuah badan konservasi dan pencita alam dalam sebuah pertemuan dengan penulis.

Dari sejarah itu jelah Bandung memiliki catatan panjang, bahkan betapa terpesonanya dan kawasan yang paling luar biasa jika pada 48 ribu tahun lampau  kita berada dibebatuan sungai Cikapundung - Maribaya bahkan kita bisa melihat lava yang mengalir dari kawah gunung Tangkubanperahu. Sungguh sebuah pemandangan yang dahsyat. Dan Bandung kini yang secara histori admistrasi kepemerintahan berusia  197 tahun, sangat beda dan pastinya inilah sebuah perubahan zaman yang tidak bisa dibendung atas perubahan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya yang cepat.

Bandung Kini

Jika kita bayangkan Bandung Purba, ada semacam hal yang mencekam dan mempesona, lantas bagaimana dengan Bandung kini? Untuk kenyamanan yang pada masa kolonial Bandung itu diperuntukan hanya 500 ribu jiwa tapi kini hampir 3 jutam penduduk Bandung telah tumbuh mereka ada dalam cekungan moderen yang terkurung. Ini semua realita yang ada, zaman berubah dan waktu pusaran bumi yang terus berjalan, lapisan pemasan global yang juga terus mengintai. Pun sejumlah perkembangan yang paling cepat di Bandung adalah gaya hidup mode dan makanan yang tidak bisa dibendung. Ini membuktikan Bandung harus berjuang menciptakan tatanan yang lebih baik atas perubahan ini. Sikap ini semua bukan hanya sebatas wacana hendaknya diperjuangkan, karena ini bukan sekadar ceremoni, Bandung harus lebih serius dengan perubahan.  

Data Visitbandung.net, sebuah situs wisata dan berita, sampai Agustus 2007, bahwa setiap akhir pekan lebih dari 130 000- 150 000 orang datang ke Bandung untuk menikmati makanan dan belanja. Sementara catatan lainnya sejak jalan Tol Cipularang yang hanya di tempuh 2 jam dari Jakarta menyebutkan bahwa kendaraan yang masuk ke Bandung dari Jakarta setiap akhir minggu mencapai 36.000 kendaraan. Hal ini belum ditambah jasa travel yang marak Bandung-Jakarta.

Inilah potret Bandung saat ini. Ajakan Hayu Ka Bandung sebenarnya sebagai sebuah gambaran bahwa Bandung punya magnet yang kuat. Pesona yang tanpa henti. Dan dalam mengeksplorenya haruslah diperlukan pemetaan yang baik sehingga Bandung bukan sekadar kota yang hanya cukup gembira dengan slogan-slogan dari yang terpatri kini, kota makanan, kota Factory Outlet, dan slogan kota sampah, kota Macet dll.

Saya ingat kuncen Bandung Almarhum Haryoto Kunto, pernah mencatat sejumlah catatan penting tentang Semerbak Bandoeng Tempo Doeloe, dan itu pula yang menjadikan Bandung tetap harum dan dikenal sampai ke seluruh dunia.

Dan bagi saya sebagai orang Bandung yang saya ketahui bahwa hanya kota satu-satunya didunia yang memiliki pohon Se Asia dan Afrika mungkin hanya kota Bandung, karena memang Bandung adalah kota Konferensi pertama Asia Afrika yang dilaksanakan 1955, dan pada 2005 sejumlah delegasi memberikan pohon perwakilannya.

Lalu apa yang kini harus Bandung benahi? Perubahan tentu saja karena sebagai sebuah kota yang roda perekonimannya tumbuh cepat memungkinkan setiap wilayah menciptakan infrastruktur dari segala aspek dan lapisan, tanpa perubahan sebuah kota akan mati. Dan saya rasa pemeritahan Bandung sudah saatnya berbenah mencari identitas yang sudah lupa itu. Jangan sampai keliru, dimana menempatkan posisi Bandung sebagai kota jasa hanya karena Factory Outletnya. Hayu Ka Bandung! Adalah upaya spirit untuk bangkitnya Bandung.

*) penulis salah satu pemimpin media situs visitbandung.net,visitdjakarta.com pernah bekerja sabagai wartawan Majalah D&R, Editor Majalah Cakram, Contributor The JakartaPost, tulisan dan sejumlah karya dipublikasikan disejumlah media di seluruh Indonesia, dan beberapa kali ,menjadi kontributor BBC london, dan narasumber VOA. Pernah melakukan lawatan jurnalistik di Washington DC dalam US-SEAN Festival Film & FOTOGRAFI, Festival Musik Klasik Esplanade Singapore, dan Sejumlah konser di negara Asean.

 

AENDRA MEDITA, bekerja, tinggal di Jakarta & Bandung

Alamat : Rumah Jl Kebagusan Raya 23 Kebagusan Kavling 4 Jakarta Selatan

            M:  081511 860488

            E. This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

               This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

No Rekening

BCA –DAGO BANDUNG :  777 065 3881 , A. N. AENDRA MEDITA

Aendra Medita

 

 

 

 

 

 

 

 

AENDRA MEDITA (DOCUMENTA)